Dating In Mamaku

Kumasukkan batang penisku lewat belakang sambil perlahan lahan ku pompa keluar masuk kedalamnya.

Enggak, malah om Ari telah memberikan apa yang selama ini tidak mama dapatkan dari papamu.

Aku hadapkan mamaku kekiri, sambil kuangkat persimmon kanannya hingga nampak tonjolan lobang vaginanya mulai terbuka.

  • Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara.
  • Rokok kuletakkan di meja tamu lalu kutinggalkan kembali ke kamarku.
  • crot muntahlah lahar dari lobang penisku.

Aku jadi malu sendiri, maklum yang pertama kali kulakukan. Memberikan apa yang selama ini tidak mama dapatkan dari papamu. Sebentar ya sayang, biar ku lap dulu lobangya, sambil kita rubah posisi. Sambil berkata begitu tiba tiba mamaku sudah memegang batang penisku yang sudah menegang dari tadi. Nikmatnya, sambil kutarik keluar masuk kedalam lobang kenikmatan itu. Mamaku mendampingiku berdiri disampingku, karena tercium aroma segar sabun mandi membuat birahiku jadi naik. Kami berciuman sambil memainkan payudara mamaku, kuremas remas dan kupuntir puting payudara yang dulu menjadi sumber makananku pada waktu masih bayi.

  • Perlahan lahan batang penisku berdiri menyibak lilitan handuk yang menutupinya.
  • Mereka kutinggalkan masuk kekamarku untuk berganti baju seragam sekolah.

Pagi itu aku pulang sekolah lebih awal, karena memang minggu ini kami menjalani ujian semester 2 untuk kenaikan kelas 3 SMU. Mama masih menggunakan pakaian olah raganya, sedangkan tamu itu masih berpakaian kerja dan berdasi. You are commenting using your WordPress. Pagi harinya aku terbangun dengan keadaan segar, mamaku sudah tidak ada disampingku. Kulihat mamaku sudah tergolek tanpa selembar benangpun yang menutupi tubuhnya. Notify me of new posts via email. Malam harinya aku belajar untuk persiapan ujian besok pagi. Mungkin waktu asyik bermain dibawah tadi, mamaku mulepaskan daster yang dikenakannya. Tanpa sengaja dengan wajah kelelahan mama melihat kearah pintu tempat aku mengintip dan mebiarkan aku berlalu untuk kembali ke kamarku.

Lama kelamaan jadi tambah licin dan membuat semakin lancarnya batang penisku untuk keluar masuk. Sesampainya di dalam kamar pikiranku berkecamuk membayangkan pemandangan yang baru kulihat tadi. Dengan kecewa aku beranjak menuju kamar mandi untuk bersiap siap ujian semester di hari terakhir. Dengan gerakan teratur naik turun menyetubuhi mamaku. Melewati kamar mama nampak pintu sedikit terbuka. Ragu kutekan penisku dan bless menancap masuk ke lobang vagina mamaku yang sudah licin. Mamaku yang dikelilingi bulu halus itu terbuka.

Untuk menghilangkan penasaranku segera kumasuki rumah. Disuruhya aku telentang dengan batang penis yang tegak hampir menyentuh pusarku. Mamaku jongkok tepat diatas batang penisku. Didalam kamar nampak pemandangan yang membuat jantungku berdegup kencang dan membuatku sering menelan ludah. Padahal mama hari ini jadwalnya tennis.

You are commenting using your Google account. Aku segera mengambil uang dan beranjak pergi ke warung untuk beli rokok. Desahan napas mamaku semakin membuat aku terpacu untuk mempercepat irama pemompaan batang penisku kedalam lobang kenikmatan mamaku. Terasa lobang kenikmatan mamaku bertambah basah oleh cairan yang keluar dari dalam dan menimbulkan bunyi yang khas seirama keluar masuknya batang penisku. Di ruang makan aku berpapasan dengan mama yang sudah segar bugar habis mandi. Goda mamaku, aku jadi tersipu malu. Kata mamaku sambil menarik turun celana kolor yang aku pakai. Batang peniskupun melemah, dan keluar dengan sendirinya dari lobang petualangan. Mamaku tidur terlentang diatas ranjang masih menggunakan dasternya.

Jadi tinggal aku sendirian yg menemani mamaku, karena papa sering perg ke luar kota untuk melakukan kegiatan bisnisnya.

Ternyata di ruang tamu ada mama yang sedang berbincang dengan tamunya. Sambil duduk dengan hanya dililit oleh handuk kuminum susu hangat dan kumakan dua butir telur setengah matang dengan kububuhi merica bubuk dan garam. Sambil membimbing batang penisku memasuki lobang kenikmatan yang sudah mongering karena di lap dengan ujung kain daster, ditekannya pantat mamaku hingga bless, kembali si kecilku memasuki goa kenikmatan mamaku, meskipun agak seret tapi rasanya lebih enak, sambil perlahan lahan diangkatnya naik turun pantat mamaku, yang membuat aku jadi tambah merem melek. Kujilat dan terus kuhisap cairan yang keluar sampai tak bersisa. Dapat kurasakan payudaranya yang ukurannya sedang menempel di punggungku. Sambil perlahan kusibak belahan lobang kenikmatan yang didalamnya berwarna merah jambu itu. Aku segera beranjak untuk menemui mama di ruang tamu. Sepulangnya dari warung tidak kutemui mama maupun om Ari di ruang tamu, padahal mobil om Ari masih parkir di depan rumah. Kudekati tubuh mamaku sambil perlahan lahan kutindih sambil menghujani ciuman ke bibir mamaku.